Akhirnya, Hong Kong memulai pembangunan sekolah kedokteran ketiga di kota tersebut dengan peletakan batu pertama untuk kompleks pengajaran dan penelitian sementara. Kompleks ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2028, menjelang penerimaan mahasiswa pertama.
Pada hari Selasa, Presiden Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong (HKUST), Nancy Ip Yuk-yu, mengungkapkan bahwa institusi tersebut telah merekrut tujuh profesor klinis untuk sekolah baru ini. Selain itu, banyak akademisi dari luar negeri juga menunjukkan ketertarikan untuk bergabung.
Rincian Pembangunan Sekolah Kedokteran
Jumlah mahasiswa pertama yang akan diterima adalah 50 orang, yang akan mengikuti perkuliahan di kompleks setinggi delapan lantai di kampus Clear Water Bay milik HKUST. Mereka akan menempati lokasi tersebut sebelum situs yang diusulkan pemerintah di Ngau Tam Mei, yang terletak di Metropolis Utara, tersedia pada tahun 2034.
Pernyataan Pejabat Terkait
Dalam acara peletakan batu pertama tersebut, Kepala Eksekutif John Lee Ka-chiu, yang juga menjabat sebagai rektor universitas, menekankan pentingnya peran strategis sekolah kedokteran ketiga ini dalam menyelaraskan Hong Kong dengan strategi pengembangan nasional.
“Rencana lima tahun ke-15 nasional mendukung Hong Kong untuk menjadi pusat internasional bagi talenta berkualitas tinggi. Sekolah kedokteran baru ini akan membantu mewujudkan visi tersebut dengan menarik dan melatih talenta terbaik dalam bidang kesehatan dan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Dampak dan Relevansi untuk Indonesia
Pembangunan sekolah kedokteran ini tidak hanya berdampak pada Hong Kong saja, tetapi juga bisa memberikan inspirasi bagi Indonesia. Di tengah kebutuhan akan tenaga medis yang berkualitas, Indonesia juga perlu mempertimbangkan pengembangan institusi pendidikan kedokteran yang dapat menarik perhatian akademisi dan tenaga pengajar dari luar negeri.
Dengan adanya kolaborasi internasional, Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan medis di dalam negeri, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kesimpulan
Dengan dimulainya pembangunan sekolah kedokteran ketiga di Hong Kong, harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di kawasan ini semakin nyata. Sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar bagi mahasiswa, tetapi juga berperan dalam perkembangan kesehatan masyarakat di Hong Kong dan sekitarnya, dengan potensi dampak positif bagi negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.