SINGAPURA: Mulai 1 Juli, rumah tangga yang tinggal di flat Housing Board (HDB) dan rumah pribadi non-berlantai di Singapura akan menghadapi kenaikan biaya pengumpulan sampah. Menurut pernyataan dari Badan Lingkungan Nasional (NEA) pada Jumat (12 Juni), biaya bulanan akan naik sebesar 44 sen, dari S$10,20 (US$7,94) menjadi S$10,64.
Bagi rumah yang berlantai, biaya pengumpulan sampah bulanan akan meningkat sebesar S$1,50, dari S$34 menjadi S$35,50. NEA menjelaskan bahwa biaya yang direvisi tersebut sudah termasuk Pajak Barang dan Jasa (GST) dan bertujuan untuk memastikan sistem pengelolaan limbah di Singapura dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Kenaikan ini merupakan bagian dari tinjauan berkala terhadap biaya pengumpulan sampah dan mencerminkan meningkatnya biaya operasional serta tenaga kerja yang dihadapi oleh pengumpul limbah publik. Kenaikan terbaru ini terjadi dua tahun setelah penyesuaian sebelumnya pada Juli 2024.
Bagi rumah tangga di HDB, biaya pengumpulan sampah dapat dikompensasi dengan potongan U-Save yang diberikan melalui program Voucher GST permanen. Rumah tangga yang memenuhi syarat akan menerima potongan tersebut langsung ke akun utilitas SP Services mereka untuk membantu mengurangi pengeluaran utilitas, termasuk biaya pengumpulan sampah.
Penting bagi warga Singapura untuk memahami perubahan ini, karena pengelolaan limbah yang efektif berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Sistem pengumpulan sampah yang efisien tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, fenomena serupa juga dapat terlihat, di mana pengelolaan limbah dan biaya terkaitnya menjadi isu penting dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.