Pemerintah Hong Kong mengumumkan pengurangan tarif tol sebesar 50% untuk semua kendaraan komersial yang menggunakan terowongan umum selama dua bulan, mulai hari Minggu. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.
Menurut pengumuman pemerintah yang dirilis pada hari Rabu, pengurangan tarif ini akan berlaku untuk bus, kendaraan barang, bus ringan, dan taksi yang terdaftar di Departemen Transportasi. Sementara itu, mobil pribadi dan sepeda motor tidak termasuk dalam kebijakan ini.
Diskon sementara ini berlaku di semua terowongan yang dikenakan tol pemerintah dan juga di Wilayah Kontrol Tsing Sha, mulai dari hari Minggu hingga pukul 23.59 pada 16 Juli. Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan biaya operasional berbagai jenis kendaraan komersial dan membantu pengemudi serta operator dalam menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar.
Menurut Tim Tugas Antarlembaga yang memantau pasokan bahan bakar, pemilik kendaraan komersial tidak perlu mengajukan permohonan untuk mendapatkan diskon ini. Mereka cukup membayar jumlah yang tertera di sistem. Namun, penumpang taksi tetap harus membayar tarif tol secara penuh selama periode pengurangan ini. Untuk mengingatkan penumpang, akan ada poster yang dipasang di dalam kabin taksi.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi pengemudi dan pelaku usaha di Hong Kong, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit akibat fluktuasi harga energi global. Masyarakat Indonesia yang mengikuti perkembangan ini dapat melihat bagaimana kebijakan serupa dapat diterapkan di negara kita, terutama dalam menghadapi tantangan harga bahan bakar yang terus meningkat.