Agensi pemeringkat Moody’s memberikan kepercayaan baru kepada ekonomi terbesar kedua di dunia, China, dengan menaikkan outlook kredit sovereign negara tersebut dari ‘negatif’ menjadi ‘stabil’.
Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Moody’s mengkhawatirkan utang lokal China yang meningkat. Pada tahun 2017, Moody’s menurunkan peringkat kredit sovereign China dari Aa3 menjadi A1, penurunan pertama dalam hampir tiga dekade. Pada bulan Desember 2023, outlook negara tersebut pun direndahkan menjadi negatif.
Peningkatan Peringkat dan Alasan di Baliknya
Dalam catatan yang dirilis pada Senin lalu, Moody’s mengafirmasi peringkat jangka panjang China tetap di A1, yang merupakan kategori investasi menengah atas. Menurut mereka, ketahanan ekonomi China di tengah tekanan perdagangan dan geopolitik menjadi alasan utama di balik keputusan ini.
Moody’s menyatakan bahwa fundamental ekonomi China telah menunjukkan perbaikan yang signifikan dan kekuatan institusional negara itu telah meningkat secara material. Hal ini terlihat dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China yang mencapai 5 persen pada kuartal pertama tahun ini, melampaui ekspektasi meskipun ada lonjakan harga energi akibat blokade Selat Hormuz.
Dampak Terhadap Ekonomi Global dan Indonesia
Peningkatan outlook kredit China ini tentunya memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi negara tersebut tetapi juga bagi ekonomi global, termasuk Indonesia. China merupakan mitra dagang utama bagi Indonesia, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil di negara Tirai Bambu dapat memberikan dampak positif terhadap ekspor dan investasi Indonesia.
Dengan meningkatnya kepercayaan terhadap ekonomi China, investor global mungkin akan lebih tertarik untuk menanamkan modal di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ini berpotensi meningkatkan arus investasi asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kesimpulan
Peningkatan outlook kredit oleh Moody’s menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan global, ekonomi China menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan ketahanan. Situasi ini berpotensi membawa manfaat bagi Indonesia, terutama dalam hal perdagangan dan investasi. Seiring dengan perkembangan situasi global, penting bagi Indonesia untuk memantau dan memanfaatkan peluang yang muncul dari stabilitas ekonomi China.