Pact Pertahanan Lima Tahun Korea Utara-Rusia Bikin China Khawatir

diperkirakan merasa tidak nyaman terkait rencana kerjasama pertahanan lima tahun yang langka antara dan . Rencana ini berpotensi mempercepat modernisasi militer Pyongyang di berbagai sektor, menurut analisis para pengamat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Belousov, mengungkapkan bahwa persiapan untuk rencana lima tahun sedang dilakukan. Ia mengonfirmasi perjanjian yang telah dicapai dengan Kementerian Pertahanan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) untuk menempatkan kerjasama militer pada dasar yang berkelanjutan dan jangka panjang.

Belousov juga menegaskan bahwa Rusia siap menandatangani rencana kerjasama militer antara Rusia dan Korea untuk periode 2027-2031 dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan pertahanan mereka di tengah ketegangan global.

Sementara itu, kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency, tidak melaporkan pembicaraan tentang rencana lima tahun tersebut. Sebaliknya, mereka menyatakan bahwa Kim Jong-un dan Belousov telah membahas serangkaian isu untuk lebih memperkuat dan meningkatkan kerjasama politik serta militer antara Pyongyang dan Moskow.

Rencana kerjasama ini tidak hanya berpotensi mengubah dinamika pertahanan di kawasan Asia Timur, tetapi juga dapat mempengaruhi strategi keamanan China, yang selama ini menjadi kekuatan dominan di wilayah tersebut. Dengan meningkatnya kerjasama militer antara Korea Utara dan Rusia, China mungkin akan merasa terancam oleh adanya aliansi yang dapat menantang pengaruhnya.

Analisis menunjukkan bahwa langkah ini bisa menjadi bagian dari upaya Korea Utara untuk mendapatkan dukungan lebih besar dari Rusia, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat posisinya sebagai sekutu strategis, terutama di tengah sanksi internasional yang dihadapi oleh Pyongyang. China, sebagai negara tetangga dan mitra dagang utama Korea Utara, tentu memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas dan mencegah potensi pergeseran kekuasaan yang dapat merugikan posisi mereka.

Secara keseluruhan, rencana kerjasama pertahanan antara Korea Utara dan Rusia ini menjadi perhatian serius bagi China dan dapat memicu perubahan signifikan dalam konfigurasi keamanan di Asia Timur yang akan berdampak pada hubungan diplomatik dan ekonomi di kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *