DENPASAR, Indonesia: Otoritas Indonesia berhasil menangkap seorang pelarian asal Australia yang bersembunyi di toilet sebuah jet pribadi saat pesawat tersebut akan lepas landas dari pulau resor Bali, kata pejabat setempat pada hari Kamis (11 Juni).
Petugas segera naik ke pesawat setelah pilot menerima perintah untuk kembali dari landasan pacu menuju Terminal VIP di Bandara Denpasar, Bali, pada hari Sabtu. Pihak imigrasi menjadi curiga terhadap seorang pria yang menggunakan paspor Brasil tanpa catatan kedatangan di Indonesia atau izin tinggal yang sah.
Pria tersebut, bersama tiga penumpang asing lainnya dan tiga anggota kru pesawat, bersiap untuk berangkat dari ibu kota Bali menuju Maputo di Mozambik ketika pilot menerima instruksi untuk tetap berada di tarmac.
Setelah inspeksi, otoritas imigrasi Bali menemukan tiga penumpang di kabin dan pelaku yang dicari tersebut bersembunyi di toilet. Media Australia mengidentifikasi pria ini sebagai Angelo Pandeli, seorang anggota terkemuka dari sebuah geng motor yang terkait dengan perdagangan narkoba dan dicari oleh Interpol.
Dia diduga menggunakan paspor Brasil milik orang lain untuk menghindari penangkapan. Menurut kepolisian federal Australia, pria berusia 55 tahun ini dicurigai terlibat dalam serangkaian operasi penyelundupan narkoba berskala besar.
Pandeli akhirnya dideportasi kembali ke Australia pada Rabu malam. Otoritas Indonesia telah berkomitmen untuk tidak membiarkan pulau Bali, yang terkenal sebagai tujuan wisata, menjadi tempat persembunyian bagi para pelaku kejahatan internasional.
Pada bulan April, seorang pelarian asal Skotlandia yang dicari di Spanyol karena kasus narkoba dan pencucian uang juga ditangkap di bandara Bali saat tiba dan dikirim kembali ke Eropa. Penangkapan ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menegakkan hukum dan menjaga citra pulau Bali sebagai tempat yang aman bagi wisatawan.