Di tengah suasana liburan pekan emas Hari Buruh di Tiongkok, ratusan pengunjung memadati lokasi camping Ham Tin Wan di Hong Kong, termasuk anggota kelompok hiking tak berlisensi. Pada malam hari, seorang reporter South China Morning Post memperkirakan terdapat sekitar 500 tenda berdiri di lokasi tersebut.
Ham Tin Wan, yang terletak di kawasan Sai Kung, dikenal sebagai destinasi wisata alam yang indah. Namun, fasilitas umum di sana mengalami masalah, salah satunya adalah wastafel di toilet umum yang tersumbat karena sisa makanan setelah beberapa pengunjung memilih menikmati hotpot. Situasi ini mencerminkan tantangan manajemen tempat wisata yang kian ramai.
Sesuai informasi dari Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi (AFCD), lokasi ini dikategorikan sebagai βbesarβ, yang berarti mampu menampung lebih dari 50 tenda untuk empat orang. Namun, departemen ini tidak menetapkan batas maksimum untuk kapasitas pengunjung di lokasi tersebut, yang membuatnya semakin rentan terhadap kerumunan pengunjung.
Menjelang sore, reporter SCMP juga mengamati kedatangan kelompok besar pendaki ke pantai, termasuk anggota kelompok wisata tak berlisensi. Para pemandu mereka mengolah makanan dengan bahan-bahan yang dibawa dari Shenzhen, Tiongkok. Anggota kelompok berjumlah 30 orang ini mengungkapkan bahwa pemandu mereka membawa sosis, daging mentah, sayuran, bahkan semangka sebagai hidangan penutup.
Fenomena ini menarik perhatian mengingat maraknya wisata tak berlisensi yang beroperasi di Hong Kong, yang dapat menimbulkan masalah bagi pengelolaan situs wisata. Hal ini menjadi isu penting bagi pemerintahan setempat dalam menjaga keberlanjutan dan kebersihan lingkungan serta keselamatan pengunjung. Dengan meningkatnya popularitas tempat-tempat camping, penting bagi pemerintah untuk menegakkan peraturan dan memastikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.