PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI menyatakan optimisme untuk menyalurkan Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) hingga Rp12 triliun sepanjang tahun ini. Realisasi penyaluran saat ini mencapai Rp9,21 triliun, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program ini.
Direktur Consumer Banking BBRI, Aris Hartanto, menjelaskan bahwa kuota awal penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun telah terserap sepenuhnya. Dengan adanya kuota tambahan, BRI yakin dapat mencapai target penyaluran sebesar Rp12 triliun sebelum akhir tahun.
Pada acara sosialisasi KPP dan FLPP di Tambora, Aris menyampaikan bahwa dalam waktu satu minggu terakhir, BRI telah menyalurkan Rp340 miliar KUR Perumahan kepada 867 debitur. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias untuk mengakses pembiayaan hunian yang disediakan pemerintah.
KUR Perumahan merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan akses perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp130 triliun, diharapkan program ini dapat mendukung pembangunan 3 juta rumah yang menjadi target pemerintah. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp117 triliun dialokasikan untuk modal kerja pengembang, sementara sisanya sebesar Rp13 triliun diperuntukkan bagi individu yang membutuhkan renovasi rumah.
Aris menambahkan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menjadi penggerak utama dalam pembiayaan hunian. “Kami akan terus memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong pembangunan hunian yang layak bagi masyarakat,” ujarnya.
Program KUR Perumahan ini pertama kali diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada tahun 2025. Melalui program ini, diharapkan akses terhadap rumah yang layak huni dapat meningkat, sekaligus memperkuat perekonomian nasional melalui pengembangan infrastruktur perumahan.