Fox Akuisisi Roku Seharga US$22 Miliar untuk Dorong Streaming

Corp mengumumkan dalam kesepakatan yang bernilai sekitar US$22 miliar. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Fox di tengah pergeseran konsumen yang semakin beralih ke platform . Kombinasi antara program olahraga dan berita milik Fox dengan platform streaming terkemuka seperti Roku diharapkan dapat meningkatkan daya tarik iklan dan mengurangi ketergantungan pada distribusi tradisional.

Pengumuman akuisisi ini dilakukan pada hari Senin dan menjadi langkah strategis pertama Fox sejak Lachlan Murdoch, CEO dan ketua perusahaan, mengambil kendali penuh atas kerajaan yang dibangun oleh ayahnya, Rupert Murdoch, setelah penyelesaian keluarga tahun lalu. Murdoch menyebut akuisisi ini sebagai ‘momen penentu’ bagi Fox, yang menyatukan portofolio konten langsung yang paling berharga dengan platform streaming terkemuka yang digunakan masyarakat Amerika.

Meski begitu, reaksi pasar terhadap kabar ini tidak sepenuhnya positif. Saham Fox mengalami penurunan hampir 14 persen dalam perdagangan pra-pasar, sementara saham Roku hanya naik 0,5 persen menjadi US$144,6 dan masih berada di bawah harga tawaran yang mencapai US$160 per lembar saham.

Roku merupakan salah satu pelopor dalam menghadirkan platform streaming seperti Netflix dan YouTube ke televisi melalui perangkat yang terhubung dan TV pintar. Bisnis Roku didorong oleh pendapatan dari iklan dan langganan aplikasi streaming di platformnya, termasuk saluran gratis yang disebut Roku Channel.

Pendapatan iklan menjadi komponen terbesar dalam bisnis Roku, mencatatkan pendapatan sebesar US$613 juta pada kuartal pertama, meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kesepakatan ini, para investor Roku akan menerima US$96 dalam bentuk tunai dan sekitar 0,97 saham Kelas A Fox untuk setiap saham yang dimiliki, sehingga nilai tawaran mencapai US$160 per saham. Angka ini mencerminkan premi sebesar 33,7 persen dibandingkan penutupan saham Roku pada Kamis, sehari sebelum kabar akuisisi ini muncul di media.

Kepindahan Fox untuk mengakuisisi Roku tidak hanya menjadi berita penting bagi industri media di Amerika Serikat, tetapi juga memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan-perusahaan media berusaha beradaptasi dengan perubahan kebiasaan konsumsi konten oleh masyarakat, termasuk di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pengguna layanan streaming, langkah Fox ini bisa jadi menjadi acuan bagi perusahaan media lain di tanah air untuk mengeksplorasi kolaborasi serupa demi mempertahankan relevansi di pasar yang semakin kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *