Jakarta, CNN Indonesia — Hubungan antara tim nasional Korea Selatan dan media setempat menjadi tegang menjelang Piala Dunia 2026. Situasi ini dipicu oleh sebuah rekaman yang viral di media sosial, di mana wartawan terdengar menyindir kapten timnas, Son Heung Min, saat sesi latihan di Guadalajara, Meksiko.
Media Vietnam, VN Express, melaporkan bahwa para pemain Korea Selatan melakukan boikot terhadap media domestik setelah komentar mengejek tersebut terungkap. Rekaman tersebut menunjukkan wartawan mempertanyakan kapasitas Son dalam memimpin latihan, dilengkapi dengan komentar yang dianggap merendahkan terkait status wajib militer para pemain.
Komentar tersebut diduga berkaitan dengan pengecualian yang diterima beberapa pemain Korea Selatan dari wajib militer setelah meraih medali emas di Asian Games 2018. Meski demikian, Son Heung Min tetap menjalani pelatihan dasar militer sesuai ketentuan yang berlaku.
Insiden ini memicu reaksi negatif dari penggemar, yang menilai komentar wartawan tersebut tidak profesional dan mengabaikan kontribusi para pemain yang telah membanggakan negara. Setelah kejadian ini, para pemain timnas dilaporkan sepakat untuk tidak memberikan wawancara kepada media Korea Selatan sebagai bentuk protes.
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) merilis pernyataan resmi yang menyayangkan komentar tidak pantas dari beberapa wartawan. Dalam pernyataan tersebut, KFA menyatakan, “Dengan rasa tanggung jawab mewakili Korea Selatan di Piala Dunia, Taegeuk Warriors berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi harapan masyarakat. Namun, bocornya percakapan yang tidak pantas telah mengecewakan seluruh tim.”
Akibat insiden ini, kepala pers rombongan media Korea Selatan memutuskan untuk mengundurkan diri, merasa bertanggung jawab atas situasi tersebut. Kepala pers yang baru kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada para pemain, yang konon telah diterima langsung oleh Son Heung Min.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian apakah seluruh pemain Korea Selatan akan menghentikan boikot terhadap media domestik. Tim media KFA juga dilaporkan telah mengadakan pertemuan dengan wartawan Korea di markas mereka di Meksiko, di mana wartawan asing diminta untuk meninggalkan ruangan sementara wartawan lokal tetap tinggal. Jurnalis ESPN Meksiko, Jesus Bernal, menyatakan kebingungan saat diminta pergi dan mencatat ketegangan yang terjadi antara petugas media KFA dan wartawan lokal.