Proyeksi Pembelian Pertanian China-AS: Apa Artinya bagi Indonesia?

Perwakilan Per , Jamieson Greer, mengungkapkan pada hari Jumat bahwa ia memperkirakan akan membeli produk senilai sepuluh digit per tahun dalam tiga tahun mendatang. Pembelian ini mencakup dan produk lainnya yang belum ditentukan, namun sebagian besar estimasi ini tampaknya didasarkan pada kesepakatan pembelian kedelai sebelumnya.

Sementara itu, analis dari China menyatakan bahwa setiap pembelian baru produk selain kedelai akan bersifat bertahap. Beijing menunjukkan keengganan untuk menerima permintaan pembelian yang melebihi kebutuhan aktualnya atau yang dapat mengganggu tujuannya untuk memperkuat pasokan dalam negeri.

“Beijing tidak akan menerima permintaan pembelian yang melebihi kebutuhan aktualnya atau yang murni didorong oleh motif politik,” ungkap Lin Shen, seorang peneliti dari Institut Ekonomi dan Politik Dunia di Akademi Ilmu Sosial China.

Pada tahun 2024, sebelum dimulainya masa jabatan kedua Trump dan pembaruan perang dagang bilateral, China mengimpor sekitar 27 juta ton kedelai dari AS dengan nilai sekitar 12,6 miliar dolar AS, menurut data USDA. Ini menunjukkan betapa pentingnya kedelai AS dalam pasokan pangan China, yang juga berimbas pada pasar global.

Dalam konteks Indonesia, perkembangan ini patut dicermati mengingat Indonesia adalah salah satu negara yang juga mengimpor kedelai untuk memenuhi kebutuhan pangan. Ketergantungan pada pasokan kedelai dari luar negeri dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama jika terjadi perubahan dalam kebijakan perdagangan antara China dan AS. Selain itu, fluktuasi harga kedelai global bisa berdampak langsung pada harga pangan di dalam negeri.

Dengan demikian, para pelaku industri pertanian dan kebijakan pangan di Indonesia perlu memperhatikan dinamika ini. Keputusan Beijing dalam menentukan kebijakan pembelian produk pertanian tidak hanya mempengaruhi pasar AS dan China, tetapi juga akan merembet ke negara-negara lain termasuk Indonesia yang memiliki ketergantungan pada komoditas tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *