Roberto Sanchez Hadapi Keiko Fujimori di Pemilu Peru

Roberto Sanchez dan Keiko Fujimori dalam pemilu presiden Peru 2023

, calon presiden dari kubu kiri , akan menghadapi dalam pemilihan umum putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang. Kemenangan Sanchez setelah menempati posisi kedua dalam pemungutan suara putaran pertama pada bulan April lalu, telah diumumkan resmi dengan 100 persen suara yang dihitung.

Proses penghitungan yang berlangsung selama sebulan ini memicu tuduhan kecurangan di negara Amerika Selatan yang tengah mengalami ketidakstabilan ini. Tuduhan tersebut terutama datang dari Rafael Lopez Aliaga, calon presiden dari pihak kanan yang hampir menyusul Sanchez selama proses penghitungan berlangsung.

Keiko Fujimori, putri dari mantan presiden Alberto Fujimori yang sudah meninggal, berusaha untuk meraih posisi presiden untuk keempat kalinya setelah berhasil memimpin dalam persaingan yang terpecah.

Sanchez, seorang anggota kongres yang didukung oleh mantan presiden kiri yang kini mendekam di penjara, Pedro Castillo, berhasil meraih 12,03 persen suara, sedikit mengungguli Lopez Aliaga yang merupakan mantan walikota ultrakonservatif Lima, dengan 11,90 persen. Sanchez memiliki keunggulan hampir 21.210 suara atas Lopez Aliaga.

Proses penghitungan suara yang berkepanjangan sejak putaran pertama pada 12 April lalu menyebabkan pengunduran diri pejabat tertinggi di negara tersebut, yang kini sedang diselidiki oleh jaksa publik. Namun, pengamat dari Uni Eropa menyatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti kecurangan yang nyata.

Situasi pemilu di Peru menarik perhatian masyarakat internasional, terutama mengingat sejarah politik negara tersebut yang sering kali diliputi oleh skandal dan ketidakpastian. Bagi pembaca Indonesia, perkembangan ini menjadi penting karena menunjukkan dinamika politik di kawasan Amerika Latin yang dapat mempengaruhi hubungan bilateral dan kerjasama di berbagai bidang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *