Senator Ronald “Bato” Dela Rosa menjadi sorotan ketika ia terlihat berlari di lorong-lorong Senat untuk menghindari surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Gambar tersebut mencerminkan ketegangan yang terjadi dalam politik Filipina saat ini, di mana Dela Rosa, mantan kepala kepolisian nasional, terjebak dalam situasi yang berpotensi mengubah arah pemerintahan yang dipimpin oleh mantan presiden Rodrigo Duterte.
Hingga hari Selasa, Dela Rosa masih berada di dalam Senat dalam perlindungan hukum, menjadikan ruang sidang sebagai pusat ketegangan hukum dan politik. Ini menimbulkan pertanyaan apakah salah satu sekutu terdekat Duterte bisa diserahkan kepada pengadilan di Den Haag.
Analisis menunjukkan bahwa peristiwa ini menjadi simbol dari situasi sulit yang dihadapi kubu Duterte, di mana masalah hukum terkait kampanye anti-narkoba yang mematikan berhadapan dengan tantangan impeachment yang dihadapi oleh putri Duterte, Wakil Presiden Sara Duterte-Carpio, serta perjuangan untuk mengontrol Senat.
Konvergensi isu-isu ini meningkatkan kepentingan kontrol Senat, yang kini menjadi arena untuk persidangan impeachment Duterte-Carpio dan sekaligus menjadi tempat perlindungan politik bagi Dela Rosa, seorang figur kunci dalam “perang melawan narkoba” yang terkenal.
Dela Rosa, yang merupakan kepala kepolisian nasional pertama di bawah Duterte dan dikenal luas sebagai wajah dari kebijakan tersebut, nyaris ditangkap pada hari Senin ketika petugas dari Biro Investigasi Nasional (NBI) berusaha untuk mengeksekusi surat perintah ICC di dalam Senat. Dalam sebuah rekaman yang viral, ia terlihat berlari menaiki tangga dan menyusuri koridor gedung Senat, beberapa jam sebelum ICC membuka segel surat perintah tersebut.