Mahasiswa UNM Lolos P2MW 2026, Siap Tampil di KMI Expo

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Universitas Nusa Mandiri () kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan tim Artholic Studio dari Program Studi Bisnis Digital yang berhasil memperoleh pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026. Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, dan menjadi langkah awal bagi tim untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026, sebuah ajang bergengsi di tingkat nasional.

Pada tahun ini, Kemendiktisaintek telah meloloskan 3.005 proposal dari 570 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dan Artholic Studio berhasil menonjol dengan produk kreatif berbahan Medium Density Fiberboard (MDF) yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Tim ini terdiri dari Syafa Nabila Puteri Syam sebagai ketua, bersama anggota lainnya yaitu Mela Octaviani, Kencana Eka Nayla, Haibatus Shonya, dan Muhammad Syah Reza, yang mengembangkan berbagai produk seperti plakat, dekorasi dinding, hadiah wisuda, serta produk kustom sesuai permintaan pelanggan.

Artholic Studio tidak hanya mengedepankan aspek kreativitas dan estetika, namun juga mengusung konsep keberlanjutan dengan memanfaatkan material olahan kayu menjadi produk yang bernilai tambah. Syafa Nabila Puteri Syam menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan ini, yang dianggap sebagai motivasi untuk terus mengembangkan Artholic Studio, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan mempersiapkan diri menuju KMI Expo 2026. Dia berharap karya mahasiswa dapat bersaing dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam proses pengembangan usaha, tim ini mendapatkan pendampingan dari Johan Hendri Prasetyo selaku dosen pembimbing. Johan menekankan pentingnya P2MW sebagai sarana strategis bagi mahasiswa untuk memahami proses bisnis, mulai dari validasi ide hingga strategi pemasaran. “P2MW adalah wadah yang sangat baik untuk membangun mental dan kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengubah ide kreatif menjadi usaha yang berpotensi di pasar,” ujarnya.

Lia Mazia, Ketua Program Studi Bisnis Digital UNM, menambahkan bahwa pencapaian ini adalah bukti keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di program studi mereka. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk menciptakan peluang dan lapangan kerja melalui penguatan kompetensi kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital. Keberhasilan Artholic Studio membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam usaha yang nyata dan kompetitif,” ujar Lia.

Keberhasilan ini semakin menguatkan komitmen Program Studi Bisnis Digital untuk membangun ekosistem kewirausahaan kampus, yang mampu melahirkan entrepreneur muda yang inovatif dan adaptif. Partisipasi di KMI Expo 2026 menjadi kesempatan strategis bagi mahasiswa untuk menjalin hubungan dengan pelaku industri, serta mengembangkan jejaring bisnis yang lebih luas, dan mengharumkan nama Universitas Nusa Mandiri di tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *