Jose Ramos-Horta, Presiden Timor Leste, mengungkapkan pandangannya mengenai tantangan keamanan di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam konteks ASEAN. Dalam sebuah forum pertahanan, ia mengakui bahwa ASEAN bukanlah entitas yang sempurna. Proses mencapai konsensus di antara negara-negara anggotanya sering kali terasa ‘sangat lambat’, dan tantangan keamanan yang ada, seperti konflik sipil di Myanmar, masih perlu ditangani dengan serius.
Ramos-Horta menekankan pentingnya dialog berkelanjutan dan keterlibatan yang dapat membantu mencegah konflik dan memberikan manfaat bersama bagi negara-negara anggota. Di tengah ketidakpastian global, di mana banyak jembatan diplomasi yang terbakar, ASEAN menjadi contoh bagaimana komunikasi yang baik dapat menciptakan stabilitas. ‘Ini adalah pemikiran mengenai keputusasaan dan harapan yang saya rasakan saat menyaksikan kegagalan kepemimpinan global yang berujung pada peperangan yang menghancurkan di Ukraina, Gaza, Lebanon, dan Iran, yang dampaknya terasa di seluruh dunia,’ ujarnya.
Ia melanjutkan dengan mengingatkan bahwa ASEAN tidak dibentuk pada masa yang damai. Keberhasilannya bukan terletak pada mampu menghapus perbedaan di antara negara anggotanya, tetapi lebih kepada upaya untuk menciptakan ruang dialog yang lebih konstruktif. ‘ASEAN melakukan sesuatu yang lebih sederhana namun mungkin lebih mendalam: ia menanam pohon beringin, di mana di bawah naungannya para pemimpin berkumpul dan merencanakan langkah untuk mengakhiri perang,’ jelasnya. Ini menjadi refleksi penting bagi Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya, bahwa dalam membangun keamanan yang berkelanjutan, komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci utama.