PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2025. Dalam pertemuan ini, PTK melaporkan pencapaian operasional yang menggembirakan dengan jumlah fleet commercial days mencapai 358,52 hari.
Kinerja keuangan PTK juga menunjukkan tren positif dengan laba bersih yang tercatat sebesar Rp 1,32 triliun, meningkat 23 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,07 triliun. Pencapaian ini menjadi sorotan penting, mengingat tantangan yang dihadapi oleh industri logistik maritim dan dinamika di sektor energi baik nasional maupun global.
Subagjo Hari Moeljanto, Komisaris Utama PTK, menyatakan bahwa keberhasilan pertumbuhan positif ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan usaha, peningkatan profitabilitas, serta pengelolaan risiko yang baik. Ia menilai bahwa tata kelola perusahaan yang diterapkan juga memainkan peran penting dalam pencapaian ini.
Eko Cahyadi, Plt Direktur Utama PTK, menambahkan bahwa total pendapatan usaha perusahaan pada tahun 2025 mencapai Rp 8,4 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan efisiensi yang lebih baik, sehingga laba bersih yang dibukukan mencapai Rp 1,321 triliun. Eko menjelaskan bahwa pertumbuhan keuangan ini didukung oleh peningkatan pendapatan, terutama dari layanan marine dan keagenan, serta usaha penambahan bisnis baru yang dilakukan oleh perusahaan.
Ketahanan dan pertumbuhan yang ditunjukkan oleh PTK di tengah tantangan ekonomi global memberikan sinyal positif bagi industri maritim Indonesia. Dengan langkah-langkah strategis dan fokus pada efisiensi, PTK tidak hanya berhasil mencapai target keuangan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan sektor logistik yang lebih luas, yang tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian nasional.