Hari ini, mahasiswa menggelar demonstrasi di berbagai lokasi di Jakarta untuk menyuarakan berbagai tuntutan yang penting disampaikan kepada pemerintah, diwakili oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan isu-isu yang mempengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung.
Di antara tuntutan yang disampaikan oleh para mahasiswa terdapat program Makan Bergizi Gratis (MBG), masalah melemahnya nilai tukar rupiah, dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Masalah-masalah ini sangat relevan bagi masyarakat, terutama dalam konteks ekonomi yang tengah sulit saat ini.
Perwakilan mahasiswa, yang terdiri dari 15 orang, berangkat dari lokasi unjuk rasa menuju Istana Wakil Presiden di Medan Merdeka Selatan sekitar pukul 17.00 WIB. Salah satu perwakilan, M Abdi Maludin, yang menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, menyampaikan harapannya agar Gibran mencatat semua tuntutan yang diajukan dan mempertimbangkan langkah-langkah perbaikan ke depan. βDia (Gibran) mencatat hasil dari tuntutan-tuntutan kami, untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini,β ujarnya di Istana Wapres.
Al Muktabar, Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Wakil Presiden, menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa akan diperhatikan. Dia menyatakan bahwa Gibran sangat menghargai masukan yang disampaikan oleh mahasiswa, mengingat Indonesia adalah negara demokrasi yang menghormati suara rakyat. βKarena kita adalah negara yang basisnya demokrasi, kemudian (punya) landasan hukum, maka hal-hal seperti itu beliau sangat menghargai,β katanya.
Menjelang aksi tersebut, Polda Metro Jaya telah memetakan empat titik konsentrasi massa, yaitu di DPR/MPR, Bundaran HI – Dukuh Atas, Silang Monas, dan kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk menjaga ketertiban, aparat kepolisian menurunkan 6.675 personel gabungan yang disiagakan di lokasi-lokasi strategis tersebut.
Demo hari ini menjadi penting bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat umum yang merasakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah. Dengan harapan agar suara mereka didengar, aksi ini mencerminkan semangat perjuangan generasi muda untuk masa depan yang lebih baik.